Review Game Fallen Enchantress: Legendary Heroes





Stardock adalah developer game ternama untuk genre strategy, terutama dengan judul-judul seperti Galactic Civilizations dan Sins of the Solar Empire. Pada tahun 2010, Stardock merilis Elemental: War of Magic, sebuah game dengan genre 4x (explore, expand, exploit, exterminate) turn-based strategy. Game ini menjadi bulan-bulanan para kritikus, karena walaupun bagus dalam konsep, namun memiliki banyak bug, interface yang jelek, dan AI yang buruk.

Sebagai salah satu dari sedikit developer yang benar-benar peduli pada perkembangan game untuk PC, Stardock tidak tinggal diam. Mereka me-remake Elemental: War of Magic dan merilis ulang pada Oktober 2012 dengan judul Elemental: Fallen Enchantress. Game ini jauh lebih baik dari WoM, dan berhasil mengeliminasi semua kekurangan pendahulunya. Hebatnya lagi, Fallen Enchantress diberikan secara gratis bagi mereka yang sudah membeli versi resmi WoM!

Fallen Enchantress: Legendary Heroes yang dirilis pada bulan Mei 2013 merupakan standalone expansion dari Elemental: Fallen Enchantress. Tidak berbeda jauh dari pendahulunya dalam hal inti permainan, namun Legendary Heroes memberikan penyempurnaan dan penambahan fitur di sana-sini, sehingga pemain yang belum sempat mencoba FE lebih baik langsung memainkan game ini saja, kecuali jika memang ingin mengikuti jalan cerita dalam mode scenario.

The Good
Strategic map maupun tactical battle sama-sama menarik • kompleks dengan banyak pilihan, memungkinkan kita menerapkan pendekatan yang berbeda setiap kali main • elemen RPG pada heroes dan unit
The Bad
Sering crash • grafis ketinggalan jaman • bisa mengurangi jam tidur kita
Rating: 8.5 / 10

 

Fallen Enchantress: Legendary Heroes

Review Fallen Enchantress: Legendary Heroes

Bagi anda penggemar genre turn-based strategy, bayangkanlah Legendary Heroes sebagai perpaduan antara game Civilization dengan Heroes of Might and Magic.

Pada strategic map, kita akan menjelajahi daerah yang luas dan berusaha untuk  mengumpulkan items dan resources, serta memperbesar kerajaan kita, seperti yang kita lakukan pada game Civilization. Dalam melaksanakan hal ini, kadang kita akan bertemu lawan dari kerajaan lain, atau dengan para monster netral yang menjaga wilayah mereka sendiri. Untuk mengalahkan mereka, kita akan bertempur dalam tactical battle, yang mana sistem pertempurannya mirip dengan seri Heroes of Might and Magic.

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan pada strategic map dalam upaya untuk memperbesar kekuasaan kita. Menyelesaikan quest, menyerang monster-monster, membangun fasilitas-fasilitas di kerajaan, mengatur perekonomian, menyelesaikan research, atau menyerang fraksi-fraksi lain. Banyaknya pilihan ini tidak dimaksudkan untuk membuat pemain bingung, melainkan memberi kebebasan bagi kita untuk menyelesaikan game seusai dengan gaya bermain yang paling cocok bagi kita.

Bagi yang suka pertempuran, dapat memfokuskan diri untuk meneliti teknologi warfare dan memperkuat unit dengan mencari pengalaman bertempur sebanyak-banyaknya. Bagi yang menyukai jalan diplomasi, bisa mengumpulkan resource sebanyak-banyaknya dan kemudian melakukan perdagangan dengan fraksi lain agar bisa bersahabat dengan mereka. Bagi yang memilih magic, dapat membangun kerajaan secepat mungkin agar bisa meneliti sebuah sihir yang akan menaklukkan semua fraksi-fraksi lain sekaligus. Pendekatan yang berbeda-beda ini juga membuat Legendary Heroes memiliki nilai replaybility yang tinggi, padahal untuk menyelesaikan satu kali mode sandbox dengan ukuran peta medium saja mungkin membutuhkan waktu 20 jam lebih!

Walaupun tanpa cerita, mode sandbox adalah kekuatan dari game ini. Di sini kita akan membangun kerajaan mulai dari nol, dan kita akan diberi kebebasan untuk melakukan apa pun juga untuk memenangkan permainan. Terdapat juga mode scenario, yang akan menyenangkan bagi para gamer yang suka menyelesaikan misi dengan cerita yang ditulis dengan apik. Pada mode scenario kita tidak akan bisa mengembangkan kekuasaan secara maksimal, dan fitur-fitur yang dibuka terbatas pada apa yang kita butuhkan untuk menyelesaikan misi. Dengan adanya pembatasan, mode ini justru bisa digunakan sebagai tutorial yang memungkinkan pemula untuk mempelajari manfaat masing-masing fitur yang disediakan, sehingga pada saat memainkan mode sandbox tidak lagi bingung dalam menetapkan strategi jangka panjang untuk memenangkan game.

Tampilan strategic map, mirip Civilization untuk genre fantasy

Tampilan strategic map, mirip Civilization untuk genre fantasy

 

Pada pertempuran, heroes dan unit kita akan ditempatkan secara acak pada grid di tactical map. Sistem permainan mirip dengan game Heroes of Might and Magic, di mana unit-unit kita dan musuh akan bergantian bergerak. Setelah bergerak, kita bisa memilih action, seperti menyerang, menggunakan magic ataupun item. Jika kita tidak menyerang, otomatis unit kita akan mengambil posisi defend.

Walaupun sistemnya sederhana, ada banyak aspek strategi yang bisa diterapkan pemain karena kemampuan unit yang sangat bervariasi. Unit yang membawa tombak bisa menyerang musuh dalam dua grid sekaligus. Unit yang mengendarai kuda atau warg dapat bergerak sangat cepat. Pemanah dan mage bisa menyerang dari jauh, sedangkan catapult akan menyerang area yang besar, yang dapat melukai lawan maupun teman. Belum lagi para heroes yang memiliki skill uniknya masing-masing.

Legendary Heroes juga memperkenalkan sistem swarm yang tidak terdapat pada seri sebelumnya. Jika kita bisa mengatur posisi unit-unit kita agar berada para grid yang bersebelahan, maka kita bisa mengeroyok musuh. Jika satu unit menyerang, maka unit lain akan ikut menyerang walaupun bukan gilirannya. Faktor ini membuat kita harus berpikir dengan cermat ke mana akan menggerakkan unit kita.

Tactical battle memang tidak memiliki grafis istimewa, namun menyajikan elemen strategi yang bagus

 

Ada 10 fraksi yang bisa dipilih pada Legendary Heroes, dan pada awal permainan kita akan mendapat 1 sovereign (raja). Dengan memenangkan pertempuran dan menyelesaikan quest, sovereign kita akan memperoleh fame, di mana jika fame ini mencapai nilai-nilai tertentu, akan menarik minat seorang hero dengan kemampuan spesial untuk bergabung dengan kerajaan kita.

Para heroes ini merupakan elemen penting dalam permainan, karena jauh lebih kuat dari para unit biasa. Pada awalnya mungkin tidak terlihat, tapi semakin sering bertempur, para heroes dapat mengumpulkan experience dan naik level serta mempelajari berbagai kemampuan unik yang baru. Selain itu mereka juga dapat dilengkapi dengan berbagai macam item, terutama barang yang diperoleh setelah menyelesaikan suatu quest yang umumnya jauh lebih kuat daripada barang yang bisa dibeli di toko.

Sama seperti para heroes, unit biasa pun akan memperoleh experience dan bisa naik level, walaupun tidak ada kemampuan istimewa baru yang bisa mereka pelajari. Elemen RPG ini membuat Legendary Heroes semakin menarik, karena kita pasti mati-matian tidak ingin kehilangan satu unit pun selama pertempuran, agar di akhir-akhir permainan di mana lawan yang tersisa sangat kuat, kita pun bisa menghadapinya dengan banyak unit ber-level tinggi.

Genre fantasy tidak akan lengkap tanpa kehadiran naga

Genre fantasy tidak akan lengkap tanpa kehadiran naga

 

Sebagai game yang menggunakan engine yang sama dengan Elemental: WoM yang keluar pada 2010 lalu, grafis Legendary Heroes bisa dibilang ketinggalan jaman. Bahkan untuk ukuran game tahun 2010 sekalipun, visual yang disajikan tergolong biasa-biasa saja. Hal ini terutama terlihat dari desain para unitnya, yang walaupun bisa di-zoom hingga sangat dekat, namun perbedaan antara satu unit dengan unit lainnya kadang tidak terlihat, kecuali dari sekedar warna-warnanya saja yang berbeda.

Walaupun sudah jauh lebih stabil dari pendahulunya, versi 1.0 dari Legendary Heroes masih memiliki banyak bug, dan satu yang paling mengganggu adalah seringnya game crash dan keluar ke desktop. Hal ini terutama terjadi jika menggunakan Windows XP. Sedangkan pengujian pada komputer yang sama namun menggunakan Windows 7, game menjadi lebih stabil, dengan bug dan crash yang masih bisa ditoleransi.

Namun kekurangan-kekurangan pada game ini tidak akan terlalu terasa, jika dibandingkan dengan keasyikan membangun kerajaan kita dan melenyapkan musuh. Sama seperti game turn-based strategy lain seperti Civilization, Heroes of Might and Magic, Jagged Alliance, ataupun XCOM, Legendary Heroes akan membuat kita mudah sekali melupakan waktu, bahkan bermain dari malam sampai pagi dan mengorbankan waktu tidur kita.

Just one more turn, please….

 

Fallen Enchantress: Legendary Heroes

Publisher: Stardock
Developer: 
Stardock
Release: May 2013
Rating: E (everyone)
Platform: PC (Microsoft Windows)

Minimum System Requirements (for PC):

OS: Windows XP/Vista/7/8
Processor: 2.4 GHz processor or 2.2. GHz dual core processor
Memory: 2 Gb
Hard Drive: 5 Gb free
Video: video card with 512 Mb memory
Sound Card: Direct X 9.0 or later compatible sound device
Keyboard
Mouse
DVD Rom Drive

Artikel Menarik Lainnya: