Review Komik Team Medical Dragon





Team Medical Dragon Level Comic 211x300Team Medical Dragon

Penerbit: Level Comics
Pengarang: Akira Nagai (cerita), Taro Nogizaka (gambar)
Terbit: Juni 2008 – Oktober 2012 (Indonesia)
Jumlah Volume: 25

Plot: 

Perawatan medis di Jepang adalah kelas 3 sedunia!! Di dalam masyarakat feodal yang menganggap sang profesor sebagai titik puncak, kesalahan perawatan medis atau pun korupsi disembunyikan dan diabaikan seolah sudah sewajarnya. Yang menjadi korban adalah pasien. Sisi gelap dari rumah sakit universitas yang semakin korup, akan dibedah oleh satu-satunya orang Jepang yang pernah mengepalai tim medis level dunia di NGO (Non Government Organization), Ryutaro Asada!!

 

The Good
Intrik politik di rumah sakit • menambah pengetahuan tentang dunia medis dan kedokteran • gambar oke • banyak tokoh menarik dan semua mendapat porsi cerita yang proporsional
Tha Bad
Kemampuan Dokter Ryutaro yang kadang tidak masuk akal • ada sensor
Rating: 8.5 / 10

 

Review Komik Team Medical Dragon:

Komik Team Medical Dragon bertemakan sindiran terhadap dunia medis Jepang, di mana banyak rumah sakit lebih peduli tentang bagaimana “menyembuhkan penyakit” ketimbang “menyembuhkan orang yang sakit”. Prinsip ini menimbulkan banyak sekali masalah di rumah sakit, seperti malpraktek, menjadikan pasien sebagai alat uji coba obat-obatan baru, dan bagaimana para dokter tidak mau mengambil resiko terhadap pasien-pasien parah, dan memilih membiarkan mereka meninggal di kamar daripada di meja operasi, sehingga mereka aman dari tuntutan para keluarga pasien. Entah benar atau tidak kondisi medis di Jepang seperti itu, tapi manga ini menarik justru karena relevan dengan kondisi di mana ya? (Nggak nyebut tempat daripada kena tuduhan pencemaran nama baik…..).

Karena bosan dengan kondisi perawatan medis yang demikian parah, Dokter Akira Kato ingin melakukan reformasi dunia kedokteran, dimulai dari RS Mei Shin tempatnya bekerja. Untuk mewujudkan hal ini, satu-satunya kesempatan bagi Akira adalah dengan terpilih sebagai profesor di bagian bedah dada dan jantung di pemilihan berikutnya. Bukan sebuah hal yang mudah, apalagi selama ini belum pernah ada profesor wanita.

Sadar bahwa dirinya harus melakukan hal yang luar biasa untuk menarik suara para dokter agar memilihnya, dokter cantik ini kemudian memilih melakukan thesis tentang Operasi Batista, yaitu operasi beresiko tinggi yang bertujuan untuk mengecilkan bilik jantung yang membesar dengan cara memotongan sebagian jantung. Untuk mendukung rencananya, Akira membutuhkan orang yang tidak hanya mempunyai kemampuan bedah jantung luar biasa, tapi juga yang memiliki prinsip sama dengan dirinya. Oleh karena itu ia menarik Dokter Ryutaro Asada ke RS Mei Shin, di mana Ryutaro adalah seorang dokter bedah jenius yang tidak peduli apa pun juga selain kesembuhan pasiennya.

Kedatangan Ryutaro di RS Mei Shin kemudian menghadirkan kehebohan, karena rumah sakit di Jepang tidak terbiasa dengan cara kerja dan tingkah lakunya, padahal di Amerika tindakan-tindakan yang dia lakukan sudah menjadi standar umum. Contohnya, Ryutaro dengan seenaknya menyuruh seorang dokter magang untuk menangani operasi penting, padahal di Jepang jangan harap seorang dokter magang bisa mendapat kesempatan memimpin operasi bedah. Sedangkan di Amerika, dokter yang berumur sama umumnya sudah memimpin puluhan operasi! Akibatnya, rumah sakit Jepang mampu menghasilkan banyak orang bergelar dokter spesialis dan profesor, tapi dengan kemampuan yang minim.

Di sinilah bagian paling menarik dari komik Team Medical Dragon, di mana Ryutaro membongkar semua kebobrokan di dalam rumah sakit, di mana para profesor dan dokter lebih peduli pada reputasi mereka dibanding kesembuhan para pasien. Walaupun memiliki kemampuan bedah luar biasa, “kebrutalan” Ryutaro dalam menjalankan prinsipnya membuat ia dan Akira dibenci oleh sebagian besar staf rumah sakit. Jika Ryutaro cenderung cuek dan tidak peduli pada politik, sebaliknya Akira yang harus berpikir keras dan melakukan manuver-manuver cerdas untuk melawan pihak-pihak yang ingin menggagalkan rencana reformasinya.

Sayangnya, kejeniusan Ryutaro kadang digambarkan dengan agak berlebihan, di mana dia seolah-olah adalah seorang dokter dewa yang selalu berhasil menyelamatkan nyawa pasien, separah apapun kondisinya, bahkan jika permasalahan pasien tersebut bukan pada jantung yang menjadi spesialisasinya. Kemampuan seperti menjahit pembuluh darah yang tidak bisa dilihat mata telanjang secara cepat, kadang seperti terlihat di luar nalar.

Banyak tokoh penting di komik Team Medical Dragon selain Ryutaro dan Akira, dan masing-masing digambarkan secara kuat dan detail, serta memiliki proporsi cerita yang berimbang, sehingga tidak sekedar menjadi pemanis. Di tim Batista sendiri juga ada Keisuke  (dokter internis), Noboru (dokter magang), Arase (dokter anastesi), dan Miki (perawat), yang masing-masing memiliki problematikanya sendiri. Contohnya Keisuke yang bimbang harus memprioritaskan pekerjaan atau anak perempuannya yang sakit parah, atau Noboru yang tidak tahu apakah harus menjadi dokter biasa-biasa saja atau melawan arus dengan mengikuti jejak Ryutaro. Bahkan para tokoh antagonis seperti Profesor Takeo, Dokter Kihara, dan Dokter Gunji pun akan diceritakan latar belakangnya secara detail, sehingga bukan tidak mungkin pada akhirnya pembaca justru malah akan bersimpati kepada mereka.

Satu hal lagi yang menonjol dari komik Team Medical Dragon adalah lengkapnya penjelasan tentang istilah dan prosedur medis. Setiap operasi bedah dijelaskan sedemikian rupa sehingga pembaca awam pun bisa mengerti tujuan dan tingkat kesulitan dari sebuah operasi. Hal yang wajar mengingat sang pengarang Akira Nagai di masa hidupnya adalah seorang dokter sukses sekaligus wartawan medis. Beliau meninggal karena kanker liver pada 7 Juli 2004.

team medical dragon 287x400

Artwork di manga ini juga oke, di mana gambar disajikan secara tegas dan dewasa, dan ekspresi para karakter juga tampak jelas sehingga kita bisa mengerti perasaan para tokohnya. Hati-hati saja bagi yang anda memiliki perut lemah, karena operasi juga digambarkan secara detail, lengkap dengan organ tubuh dan darah, terutama bagian jantung yang memang menjadi fokus utama komik ini.

Kedewasaan gambar juga ditunjukkan melalui beberapa adegan nudity, yang terjadi baik ketika scene perawatan medis maupun sedikit adegan percintaan. Sayangnya gambar-gambar seperti ini pasti kena sensor, yang agak menunjukkan bahwa komik masih dipandang sebagai bacaan anak-anak semata. Untungnya, sensor yang dilakukan penerbit sekarang sudah sangat “halus”, sehingga bagi yang tidak familiar dengan versi manga-nya mungkin tidak akan menduga bahwa sebuah gambar telah kena sensor, tidak seperti beberapa tahun yang lalu dimana sensor hanya dilakukan dengan mencoret-coret gambar dengan tinta hitam.

 

Artikel Menarik Lainnya:

Tags: