Konfigurasi Optimal untuk Plugin All in One SEO Pack





All in One SEO Pack, disingkat AIOSEO, mungkin merupakan plugin SEO pertama dan terpopuler untuk platform WordPress. Walaupun saat ini posisinya mulai tergeser plugin lain seperti Platinum SEO dan WordPress SEO by Yoast, namun masih banyak blogger yang setia dengan AIOSEO, yang dibuktikan dengan fakta bahwa plugin ini masih termasuk salah satu plugin terbanyak di-download dari situs WordPress.org.

Pengaturan plugin AIOSEO sendiri sebenarnya cukup sederhana bagi mereka yang sudah terbiasa blogging, apalagi untuk tiap setting sudah disertai keterangan oleh pihak developer. Hanya saja beberapa blogger pemula mungkin akan mengalami sedikit kesulitan dalam menentukan fungsi mana saja dari plugin ini yang perlu diaktifkan. Berikut ini adalah penjelasan tentang cara install dan rekomendasi untuk setting plugin All in One SEO Pack.

All-in-One-SEO-Pack-Plugin

 

Kita mulai dengan cara installasi-nya:

  1. Download plugin All in One SEO Pack terbaru.
  2. Login ke account WordPress anda, masuk menu Plugins>Add New.
  3. Klik tab Upload.
  4. Klik tombol Browse, cari file download anda tadi di harddisk (*.zip), kemudian klik Install Now.
  5. Untuk mengaktifkan dan melakukan optimasi, masuk ke menu Settings>All in One SEO.

 

Rekomendasi setting plugin All in One SEO Pack:

  1. Plugin Status: pilih “Enabled” untuk mengaktifkan plugin All in One SEO Pack.
  2. Home Title: isi dengan judul blog anda. Judul blog sebaiknya mengandung kata-kata kunci (keywords) yang berhubungan dengan tema blog, dan jangan melebihi 60 karakter.
  3. Home Description: isi dengan penjelasan singkat/deskripsi tentang blog anda. Sebaiknya tidak melebihi 160 karakter.
  4. Home Keywords: isi dengan kata kunci yang relevan dengan tema blog anda. Keyword boleh berisi lebih dari satu kata (misal: tutorial SEO, cara install WordPress, dll). Pisahkan setiap keyword dengan koma. Kolom ini sebaiknya tidak berisi lebih dari 20 kata kunci.
  5. Cannonical URLs: berguna untuk mencegah duplikasi URL, sebaiknya dicentang.
  6. Rewrite Titles: berguna untuk mengoptimalkan judul posting yang muncul pada tab browser, sebaiknya dicentang.
  7. Untuk pilihan-pilihan Title Formats, settingnya sudah cukup bagus dan bisa dibiarkan sesuai default saja. Pengecualian untuk bagian Post Title Format, anda bisa pilih %post_title% saja, tanpa %blog_title% (optional). Hal ini terutama jika judul blog anda terlalu panjang, namun tidak memiliki kata kunci penting.
  8. Google Plus Profile Sitewide Default: isi dengan alamat profile Google Plus anda (kalau ada).
  9. Google Analytics ID: isi dengan ID Google Analytics situs anda (kalau ada, biasanya berawalan UA-…….).
  10. Use Categories for META Keywords: berfungsi untuk membuat kategori suatu posting dianggap sebagai keywords posting tersebut. Misal: artikel yang anda baca ini masuk kategori WordPress SEO, maka kata “WordPress SEO” secara otomatis akan digunakan sebagai META keyword untuk artikel ini.
  11. Use Tags for META Keywords: jika dicentang akan membuat tag/label postingan dianggap sebagai keywords blog anda.
    Catatan: Google mengabaikan keywords meta tag dalam menentukan peringkat situs di search engine mereka, walaupun search engine lain belum tentu demikian. Jadi untuk poin 10-11 di atas, terserah anda mau mengaktifkan atau tidak, karena dampaknya tidak akan signifikan.
  12. Use noindex for Categories: Jika dicentang halaman kategori anda tidak akan di-index oleh search engine. Contoh URL untuk halaman kategori: http://info-cool.com/category/blogging/. Kalau blog anda memiliki terlalu banyak kategori, sedangkan jumlah posting sedikit, pilihan ini sebaiknya dicentang untuk menghindari duplikasi konten antara URL kategori dengan URL posting. Jika sebaliknya, maka biarkan saja tidak aktif.
  13. Use noindex for Archives: sebaiknya dicentang saja, apalagi halaman archive memang tidak mengandung kata kunci apapun, sehingga tidak perlu di-index. Contohnya: http://info-cool.com/2012/09/.
  14. Use noindex for Tag Archives: sebaiknya juga dicentang. Contoh URL-nya: http://info-cool.com/tag/adsense/.
  15. Poin yang tidak dibahas di atas biarkan saja sesuai default.

Selesai? Belum, karena langkah-langkah di atas baru setting pada bagian option plugin saja. Sekarang, setiap anda menulis artikel akan muncul kolom All in One SEO Pack yang terletak di bagian paling bawah halaman posting anda. Kolom ini perlu diisi setiap anda membuat postingan baru, agar proses SEO dapat bekerja lebih optimal. Hal yang perlu diperhatikan:

  1. Pada kolom Title, isi dengan judul yang berbeda dengan judul postingan anda. Misal untuk artikel ini, judulnya adalah “Konfigurasi Optimal untuk Plugin All in One SEO Pack”, tapi di kolom Title judul saya isi dengan “Tutorial Plugin WordPress All in One SEO Pack”. Lihat pada tab browser anda, dan judul ke-2 lah yang keluar. Judul yang anda isikan di kolom AIOSEO inilah yang akan di-indeks oleh search engine, jadi jika judul posting anda terlalu panjang, anda bisa mengisikan judul yang lebih SEO friendly di kolom tersebut. Jika kolom dikosongi, maka otomatis judul posting-lah yang akan di-indeks oleh serach engine. Sebaiknya panjang judul tidak melebihi 60 karakter.

  2. Pada kolom Description, isi dengan ringkasan dari artikel anda, dengan kepadatan keyword yang baik. Deskripsi yang anda tuliskan di sinilah yang akan muncul di snippet hasil pencarian search engine, sehingga anda harus menulis ringkasan yang bisa menarik pembaca untuk mengunjungi situs anda. Jika kolom ini dikosongi, maka mesin pencari akan menggunakan beberapa kalimat pertama dari artikel anda sebagai deskripsi, yang bisa jadi kurang baik karena sering kalimat-kalimat pertama sebuah posting hanya berisi kata-kata perkenalan. Sebaiknya panjang deskripsi tidak melebihi 160 karakter.
  3. Kalau kolom Keywords, terserah anda mau diisi atau tidak. Kalau anda biarkan kosong, maka WordPress akan secara otomatis menggunakan tag pada postingan sebagai kata kunci.

 

Artikel Menarik Lainnya: