Panduan Menggunakan Plugin Yoast WordPress SEO





Yoast WordPress SEO mungkin merupakan plugin WordPress yang paling populer saat ini. Plugin ini bisa membuat sebuah blog lebih SEO friendly, yang dapat meningkatkan peringkat blog tersebut di hasil pencarian search engine. Kelebihan paling menonjol dari plugin ini terletak pada banyaknya fitur yang dimiliki, yang mungkin bisa menggantikan fungsi dari 3-4 plugin lain, sehingga kita tidak perlu menginstall terlalu banyak plugin, yang tentunya dapat meningkatkan kecepatan website.

Dengan menggunakan Yoast WordPress SEO di blog, kita tidak perlu lagi menginstall plugin All in One SEO Pack, Google Sitemaps, RSS footer, ataupun kode untuk breadcrumbs dan permalink redirect. Selain itu plugin ini juga bisa menganalisa postingan sesuai dengan kata kunci yang kita incar, sehingga kita bisa langsung melakukan evaluasi apakah artikel kita sudah sesuai dengan kaidah SEO pada saat kita menulis artikel tersebut!

Tentunya dengan banyaknya fitur yang dimiliki, setting untuk Yoast WordPress SEO cukup rumit dan memakan waktu, sehingga plugin ini kurang disukai para pemula. Tapi jangan khawatir, kita hanya perlu melakukan konfigurasi sekali saja, yaitu sesaat setelah mengaktifkan plugin ini. Berikut ini tutorial cara install plugin Yoast WordPress SEO, dan rekomendasi untuk konfigurasi optimalnya.

 

Cara Install Pluign Yoast WordPress SEO:

Yoast-WordPress-SEO-Install

  1. Masuk ke Dashboard WP
  2. Klik Plugins
  3. Klik Add New
  4. Isikan “yoast wordpress seo” pada kolom search
  5. Klik Install Now pada WordPress SEO by Yoast
Jika plugin sudah ter-install dan diaktifkan, maka pada sidebar WP akan keluar menu SEO untuk melakukan konfigurasi pada plugin ini.

 

Tutorial Setting Plugin Yoast WordPress SEO:

Berikut ini adalah panduan konfigurasi optimal untuk Yoast WordPress SEO, yang dituliskan secara step-by-step untuk memudahkan pembaca:

 

I. Dashboard

Bagian Dashboard berisi General Settings yang tidak terlalu penting bagi proses SEO itu sendiri. Di sini kita dapat memilih untuk mengikuti quick tour, me-reset seluruh setting plugin ke default, dan mengaktifkan ijin bagi para penulis blog kita untuk menggunakan advance features dari Yoast WordPress SEO plugin.

Bagi para pemula, anda sebaiknya mendaftarkan situs baru anda ke Google/Bing Webmaster Tools dan Alexa, karena tools mereka sangat berguna untuk memonitor perkembangan traffic dan performa situs di search engine. Setelah mendaftar, anda akan mendapat kode untuk verifikasi situs, yang bisa anda masukkan ke kolom yang tersedia di bagian bawah Dashboard. Bagi anda yang sudah pernah mendaftar dan memverifikasi website, kolom-kolom tersebut tidak perlu diisi lagi.

 

II. Titles & Metas

Dari keseluruhan setting Yoast WordPress SEO, bagian ini yang paling menyita waktu karena terdiri dari banyak tab dan banyak kolom yang harus diisi. Berikut ini penjelasan dan rekomendasi setting untuk masing-masing tab:

 

General

  1. Title settings
    Versi baru dari plugin Yoast WordPress SEO dapat mendeteksi apakah struktur judul dari template blog kita kompatibel dengan plugin ini atau tidak, sehingga bagian Force rewrite titles akan aktif/tidak tergantung dari hasil deteksi tersebut. Namun kita tetap dapat melakukan perubahan manual pada bagian ini, terutama bagi yang tidak yakin bahwa deteksi yang dilakukan plugin ini benar.
    Pada intinya plugin akan dapat bekerja secara optimal bila struktur judul blog pada template seperti ini:

     <title><?php wp_title(''); ?></title>

    Anda bisa cek melalui Appearance>Editor pada akun WP anda dan kemudian buka file header.php untuk melihat apakah kode di atas ada di dalamnya atau tidak. Jika tidak ada, atau anda tidak yakin, anda bisa centang plilihan Force rewrite titles yang akan secara otomatis merubah struktur “title” pada blog anda.

  2. Sitewide meta  settings
    Aktifkan pilihan Noindex subpages of archives  bila anda ingin URL archive (misal: http://info-cool.com/2012/09/) tidak diindeks oleh search engine. Ini berguna untuk menghindari duplicate content.
    Pilihan Use meta keywords tag? tidak usah diaktifkan karena meta keywords sudah ditinggalkan oleh banyak search engine, termasuk Google.
  3. Cleanup the <head>
    WordPress secara default  memasukan link RSD (Real Simple Discovery), WLW (Windows Live Writer), Shortlink, dan RSS pada header website kita. Selain RSS, ketiga link yang lain tidak terlalu berguna bagi kebanyakan blogger sehingga aman untuk dihapus.

 

Judul Statis/Dinamis

Pada bagian ini, kita harus menentukan apakah ingin menggunakan judul dan deskripsi statis/dinamis untuk homepage, single post, taxonomies (kategori, tag, format), dan halaman lainnya (author pages, tanggal, halaman 404).

Judul/deskripsi statis adalah judul/deskripsi yang kita isikan secara manual dan tidak akan berubah walaupun halaman situs berbeda. Misalnya begini, pada tab Post Types>Posts kolom Meta description template kita isi dengan kalimat “Bagaimana cara untuk mencari uang dari internet secara mudah dan cepat, dilengkapi dengan tutorial dan contoh.” Maka pada post apapun yang kita buka, search engine akan menggunakan kata-kata tersebut sebagai meta description artikel kita, yang tentunya akan kurang baik bila ada artikel dalam blog anda yang tidak berhubungan sama sekali dengan kerja online.

Sebaliknya pada judul dan deskripsi dinamis, kita tinggal mengisikan parameter-parameter tertentu seperti %%title%%, %%date%%, %%siteneme%%, dll di kolom yang sudah tersedia, yang berfungsi sebagai template yang memungkinkan judul/deskripsi suatu halaman berubah-ubah secara otomatis. Contoh, jika pada tab Post Types>Posts kolom Title template saya isi dengan %%title%% | %%date%% | %%sitename%% maka judul untuk postingan ini akan terindeks di search engine menjadi: “Panduan Menggunakan Plugin Yoast WordPress SEO | September 11, 2012 | Info Cool” Demikian pula untuk postingan yang lain, judul dan deskripsi akan secara otomatis berubah sesuai dengan parameter-parameter yang sudah kita masukkan sebelumnya.

Berikut ini adalah rekomendasi setting yang umum digunakan untuk judul dan deskripsi, yang tentunya tidak mutlak juga, tergantung tujuan kita dalam membuat website:

  1. Home
    Homepage title template: %%sitename%% – %%sitedesc%%
    Homepage meta description template: statis, isi dengan deskripsi singkat tentang blog anda
  2. Post Types
    Post title template: %%title%%
    Post meta description template:  %%excerpt%%
    Pages title template: %%title%% – %%sitename%%
    Pages meta description template:  %%excerpt%%
    Media title template: %%title%% – %%sitename%%
    Media meta description template:  %%caption%%
  3. Taxonomies
    Categories/Tag/Format title template: %%term_title%% Archives %%page%% – %%sitename%%
    Categories meta description template: %%category_description%%
    Tag meta description template: %%tag_description%%
    Format meta description template: –
    Catatan: Jangan lupa mengisi deskripsi untuk kategori dan tag blog anda, lewat menu Posts>Categories dan Posts>Tags di akun WordPress.
  4. Other
    Author/Date Archives: biarkan sesuai default
    Search page title template: You searched for %%searchphrase%% %%page%% – %%sitename%%
    404 pages title template: Page Not Found – Error 404 | %%sitename%%
  5. Jika anda ingin menggunakan parameter-parameter lain sesuai kebutuhan anda, Yoast WordPress SEO sudah menyediakan daftar dan penjelasan singkatnya, yang dapat dilihat pada tab Help.

 

 

Indeks

Selain kolom untuk mengisi template judul dan deskripsi, pada tab-tab di atas juga terdapat pilihan “no index, follow”. Ini adalah fitur yang sangat powerful dari Yoast WordPress SEO, jadi kita harus sangat berhati-hati dalam menggunakannya. Jika pilihan ini kita aktifkan, maka robot search engine tetap akan melakukan penelusuran ke halaman yang bersangkutan, tetapi halaman itu tidak akan terindeks di search engine, namun link-link yang terdapat di dalamnya masih akan di-follow oleh robot.

Misal, jika saya mencentang “no index, follow” pada tab Taxonomies>Categories pada blog ini, maka URL kategori saya (contoh: http://info-cool.com/category/blogging/wordpress-seo/) tidak akan muncul di hasil pencarian search engine. Tetapi halaman ini tetap dikunjungi oleh robot mesin pencari, dan link-link artikel di dalam kategori ini tetap di-follow oleh robot tersebut.

Anda bisa biarkan saja bagian ini sesuai default, tapi kalau preferensi saya, saya mengaktifkan “no index, follow” untuk Tags, Format, Author Archives (jangan dicentang kalau ada lebih dari satu penulis di blog WP anda!), dan Date Archives, untuk menghindari duplicate content.

 

III. Social

Bagi anda yang suka mempromosikan website lewat Facebook dan Twitter, pada bagian ini anda bisa menambahkan Facebook admin, mengisi deskripsi situs khusus untuk Facebook, mengisi Twitter username dan  menambahkan meta data untuk Twitter. Jika anda belum memiliki akun social media, biarkan saja kolom-kolom tersebut kosong.

 

IV. XML Sitemaps

Sitemap adalah file berformat XML yang berisi link ke seluruh halaman dari sebuah website, yang akan memudahkan baik bagi pengunjung maupun mesin pencari untuk menelusuri seluruh halaman situs kita.

Jika biasanya pengguna WP menginstall plugin Google Sitemaps untuk membuat sitemap bagi situs mereka, kini tidak perlu lagi karena plugin Yoast WordPress SEO sudah menyediakan fitur ini. Secara default fitur XML Sitemap sudah aktif, dan setiap kali kita selesai posting, link postingan baru kita akan secara otomatis masuk ke sitemap tersebut.

Tidak ada setting yang perlu kita rubah di bagian ini, kecuali mungkin bagian General settings, yaitu jika kita ingin melakukan ping ke Yahoo! dan Ask.com setiap kali kita mempublikasikan suatu posting, agar postingan baru kita bisa lebih cepat terindeks oleh kedua mesin pencari tersebut.

 

V. Permalinks

  1. Jika dicentang, strip the category base akan menghilangkan tulisan /category/ dari URL. Contoh: http://example.com/category/wordpress/ akan berubah menjadi http://example.com/wordpress/. Tidak terlalu penting untuk diaktifkan.
  2. Centang pilihan Enforce a trailing slash on all category and tag URL’s. Ini akan membuat semua URL kategori dan tag diakhiri dengan tanda / (slash). Anda bisa baca artikel dari Google Webmaster Blog untuk keterangan lebih jelas tentang perlu tidaknya slash di akhir URL.
  3. Centang pilihan Redirect attachment URL’s to parent post URL.
  4. Centang pilihan Remove the ?replytocom variables, terutama berguna untuk meningkatkan efisiensi penelusuran mesin pencari dan menghindari duplicate content untuk situs-situs besar yang memiliki banyak comment dan reply.
  5. Centang pilihan Redirect ugly URL’s to clean permalinks. Kadang situs lain “salah” dalam menuliskan link ke situs kita, pilihan ini akan mengalihkan URL salah tersebut ke URL yang benar. Jika diaktifkan, akan ada pilihan tambahan yang muncul di bawah:
    – Prevent cleaning out Google Site Search URL’s: aktifkan kalau anda memasang fitur Google Site Search di dalam situs anda.
    – Prevent cleaning out Google Analytics Campaign Parameters: aktifkan kalau anda memanfaatkan Google Analytics Campaign untuk tracking website.
    Jika terdapat crash dengan plugin lain, maka fitur redirect URL ini sebaiknya di-nonaktifkan saja.

VI. Internal Links

Bagian ini untuk memasang breadcrumbs di blog kita. Bagi yang belum tahu istilah ini, lihat di atas judul artikel ini, ada tulisan “You are here: Home > Blogging > WordPress SEO > Panduan Menggunakan Plugin Yoast WordPress SEO”. Inilah yang disebut dengan breadcrumbs, yang sangat berguna untuk memudahkan navigasi bagi pengunjung, dan penting juga untuk SEO. Lihat gambar di bawah ini untuk contoh konfigurasinya:

Setelah itu, agar breadcrumbs dapat muncul di halaman blog, kita perlu secara manual memasukkan kode php yang sudah disediakan oleh plugin ke dalam theme blog kita. Masukkan kode tersebut di tempat yang anda inginkan, biasanya di file single.php dan archive.php di bagian Appearance>Editor akun WP.

 

VII. RSS

Cara paling mudah untuk mencuri konten dari sebuah situs adalah melalui RSS feed-nya. Pada bagian ini kita bisa menambahkan kredit (dan link) di awal dan akhir artikel pada RSS feed blog kita, sehingga jika ada orang yang memanfaatkan auto scrapper untuk mencuri artikel, otomatis link kita juga akan ter-copy oleh mereka. Kita juga bisa memanfaatkan fitur ini untuk mengisi link iklan atau affiliate.

 

VIII. Import & Export

Jika blog anda bukan blog baru dan sedang menggunakan plugin SEO lain, anda bisa melakukan import settingan plugin lama tersebut untuk diaplikasikan di plugin Yoast WordPress SEO. Selain itu kita juga bisa melakukan eksport settingan plugin ini, agar kita tidak perlu lagi melakukan konfigurasi dari awal jika hendak menginstall plugin ini di blog-blog yang lain.

 

IX. Edit Files

Jika biasanya kita perlu mengakses cPanel dari hosting kita, atau menggunakan FTP editor, untuk mengedit file .htaccess, sekarang kita bisa melakukannya langsung dari akun WP kita melalui fitur ini!

 

Yoast WordPress SEO di Halaman Posting

Baiklah, sekarang kita sudah selesai melakukan setting untuk plugin Yoast WordPress SEO, tapi sebenarnya kekuatan utama plugin ini bukan di bagian tersebut, melainkan justru di halaman posting WP. Coba anda buka menu Posts>Add New, atau bisa juga buka salah satu postingan lama. Di bagian paling bawah akan terlihat menu baru yaitu WordPress SEO by Yoast.

Di tab General, kita bisa menuliskan Focus Keyword, atau kata kunci yang kita incar untuk artikel bersangkutan. Lalu kita bisa mengisikan SEO Title dan Meta Description dan melihat Snippet Preview (tampilan blog kita di hasil pencarian search engine). Bila dua kolom tersebut kita biarkan kosong, maka plugin akan secara otomatis menggunakan template yang sudah kita buat di atas (bagian II. Titles & Metas – Judul Statis/Dinamis).

Kemudian setelah kita Publish/Save artikel, di tab Page Analysis kita bisa melihat nilai SEO dari artikel kita, dan bagian-bagian mana yang perlu diperbaiki. Perlu diingat bahwa kita tidak perlu memaksakan diri untuk mendapatkan poin “hijau” di setiap aspek, namun demikian sebagian besar parameter penilaian yang disediakan oleh Yoast WordPress SEO ini memang akurat dan merupakan faktor penting dalam search engine optimization.

Sampai di sini dulu artikel yang melelahkan tentang panduan konfigurasi plugin Yoast WordPress SEO ini. Jika ada fitur-fitur yang terlewatkan, atau bagi anda yang sudah merasakan efek dari plugin ini terhadap blog anda, silahkan meninggalkan komentar di bawah.

 

Artikel Menarik Lainnya: