Review Buku Arsene Lupin – Pencuri Terhebat dalam Sejarah





Arsene Lupin BukuneArsene Lupin – Pencuri Terhebat dalam Sejarah

Penerbit: Bukuné
Pengarang: Edgar Jepson & Maurice LeBlanc
Terbit: Juli 2011
Tebal: 306 halaman
Harga: Rp. 57.000

Plot:

Mademoiselle Germaine Gournay-Martin tidak pernah menyangka bahwa tunangannya, Duke of Charmerace, yang telah pergi selama kurang lebih 10 tahun akan kembali. Maka dirancanglah sebuah pesta pernikahan yang sangat mewah antara putri sang jutawan dengan bangsawan eksentrik. Sayangnya, rencana pernikahan ini dirusak oleh kedatangan Arsene Lupin, sang pencuri baik hati, yang membeberkan rencananya mencuri mahkota Princesse de Lamballe, harta paling berharga milik ayah Germaine, di malam sebelum pernikahan. Namun, tidak ada rencana yang sempurna. Bahkan untuk seorang secerdik Lupin. Apalagi jika berhubungan dengan wanita cantik yang mampu mencuri hati si pencuri cerdik.

Arsene Lupin, si pencuri cerdik, diperkenalkan pertama kali oleh Maurice LeBlanc pada tahun 1905. Kelihaian dan kecerdikannya membuat ia menjadi tokoh pencuri terkenal dan kebanggaan Perancis. Kehebatannya seringkali disamakan dengan tokoh detektif nomor satu Inggris, Sherlock Holmes. Serial Arsene Lupin banyak diterjemahkan ke dalam bentuk film, komik, games, animasi, dan drama.

 

The Good
Gaya penulisan jenaka • menonjolkan sisi humanis dari seorang Arsene Lupin
The Bad
Tidak ada trik cerdas atau misteri rumit yang menantang otak • kemampuan Lupin digambarkan terlalu sempurna
Rating: 6.5 / 10

 

Review Buku Arsene Lupin:

Bagi anda yang gemar membaca manga Detektif Conan pasti sudah familiar dengan karakter Kid si Pencuri. Pencuri tampan ini senang memakai jas, topi tinggi, dan kacamata berlensa satu. Ia selalu menantang polisi dengan mengirimkan surat untuk memberi tahukan kapan dan barang apa yang akan ia curi. Setelah berhasil, ia akan meninggalkan kartu bertanda tangan untuk lebih mengejek korban dan para penegak hukum. Karakter Kid ini sendiri terinspirasi dari Arsene Lupin, tokoh fiktif rekaan Maurice LeBlanc, yang karakternya hampir 100% sama dengan yang saya jabarkan tadi.

Pada buku ini diceritakan Arsene Lupin menantang seorang bangsawan, M. Gournay-Martin, dengan cara mengirim surat peringatan bahwa ia akan mencuri mahkota berharga dari rumah sang bangsawan di Paris. M. Gournay-Martin kemudian mengontak detektif kenamaan Prancis sekaligus musuh bebuyutan Lupin, Guerchard. Walaupun detektif ini sangat memahami Lupin seperti ia memahami dirinya sendiri, termasuk kelemahan Lupin akan wanita cantik, namun Guerchard sudah sepuluh tahun selalu gagal dalam memburu Lupin.

Di antara beberapa tokoh yang mengelilingi sang bangsawan, yang manakah yang merupakan sosok asli Lupin? Trik apakah yang akan dipakai Lupin untuk mencuri? Dan bagaimana sang detektif kawakan akan melacak jejak si pencuri karismatik ini?

Semula saya mengharapkan kisah misteri yang rumit dan jawaban yang cerdas dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Sayangnya itu semua tidak terdapat di buku Arsene Lupin ini, yang lebih memilih untuk menitikberatkan kepada thriller psikologis yang lebih mengeksplorasi sifat dan karakter dari Lupin dan Guerchard. Tidak ada yang istimewa dari bagaimana cara Lupin mencuri dan meloloskan diri, juga tidak sulit untuk menebak identitas penyamaran Lupin, yang juga sudah diungkap di pertengahan cerita.

Sosok Arsene Lupin itu sendiri digambarkan dengan sangat unik. Dia mirip Robin Hood yang hanya mencuri dari orang kaya dan membagi hasilnya untuk orang miskin. Baginya mencuri adalah kesenangan, bukan cara untuk mencari kekayaan. Dia bisa sangat penyayang, namun di sisi lain juga pembenci, yang terutama sangat membenci kekalahan.

 

Sisi kemanusiaan Lupin juga digambarkan dengan adanya kisah roman yang cukup besar porsinya di buku ini. Bahkan Lupin juga sempat berada dalam keadaaan terdesak akibat terlalu menuruti emosi dan perasaan terhadap wanita yang ia cintai.

Sayangnya, justru dalam keadaan terdesak inilah sosok Lupin justru terlihat terlalu sempurna. Tidak hanya cerdas, bermoral, dan karismatik, namun Lupin juga digambarkan memiliki kemampuan bela diri tinggi. Pada saat terpojok, dia bisa menggunakan kemampuan jiu-jitsu untuk membalikkan keadaan. Bagi saya ini agak menggangu, ibarat membaca Hercule Poirot menagkap penjahat menggunakan pistol, dan bukannya memanfaatkan sel abu-abu di otaknya! Sherlock Holmes pun pandai dalam anggar, tinju, dan menembak, serta sering memanfaatkannya untuk membekuk lawan. Tapi ini baru dilakukan setelah ia sukses melacak penjahat menggunakan kecerdasan dan kemampuan deduksinya. Sedangkan di buku ini Lupin sebenarnya sudah dalam keadaan “kalah” secara kecerdasan dan akal muslihat, namun ia bisa lolos karena kemampuan fisiknya.

Adapun buku ini merupakan kisah Arsene Lupin pertama yang saya baca, sehingga saya belum bisa mengambil kesimpulan yang utuh tentang kepribadian dan cara kerja sebenarnya dari Lupin. Ketika saya membaca review-review dari situs luar negeri, banyak juga yang mengatakan bahwa buku ini memang agak “menyimpang” dari gaya penulisan LeBlanc yang biasanya, dan agak kurang cocok untuk pembaca yang belum familiar dengan karakter Arsene Lupin.

Buku Arsene Lupin ini memang tidak istimewa, dan plot-nya juga cenderung lamban. Namun demikian ia juga tidak membosankan, karena ditulis dengan cara yang jenaka dan penuh humor, dan lumayan menggugah keingintahuan untuk membaca kisah-kisah lain dari sang tokoh “anti-Sherlock Holmes” ini.

 

Artikel Menarik Lainnya: