Review Buku Young Samurai 1-3





Buku Young SamuraiYoung Samurai I – The Way of the Warrior

Penerbit: Hikmah
Pengarang: Chris Bradford
Terbit: Maret 2009
Tebal: 481 halaman
Harga: Rp 59.500

Plot:

Jack Fletcher adalah bocah Inggris yang bermimpi menjadi nakhoda andal seperti ayahnya, bertualang mengelilingi samudra untuk menjelajahi keajaiban-keajaiban Dunia Baru. Namun dalam sebuah perjalanan menuju Kepulauan Jepang bersama kapal ayahnya, mereka diserang oleh para perompak ninja—seluruh awak kapal tewas tak tersisa, termasuk ayah Jack. Tujuan penyerangan mereka sangat misterius.

Jack terlepas dari malapetaka hanya berkat pertolongan seorang kesatria samurai legendaris, Masamoto Takeshi. Sebatang kara dan tak tahu jalan untuk pulang, Jack merasa satu-satunya harapan untuk bertahan hidup adalah dengan menjadikan dirinya sendiri sebagai samurai. Bisakah Jack membuktikan dirinya layak disebut sebagai Kesatria Samurai dan pada akhirnya, melawan musuh terberat yang selalu memburunya—Dokugan Ryu, sang ninja bermata satu?

 

Young Samurai II – The Way of the Sword

Penerbit: Hikmah
Pengarang: Chris Bradford
Terbit: Januari 2010
Tebal: 528 halaman
Harga: Rp 69.500

Plot:

Telah setahun Jack mempelajari seni bela diri di sekolah samurai, dan kini saatnya kemampuannya diuji. Ajang Lingkaran Tiga di Pegunungan Iga akan segara digelar, sebuah ritual kuno samurai yang menguji keberanian, teknik, dan jiwa calon samurai hingga batasnya, dan Jack harus bersiap-siap menghadapinya. Di saat bersamaan, Jack harus menghadapi pertarungan dengan sesama siswa, Kazuki dan gengnya.

Tapi itu baru masalah kecil bagi Jack. Dia tahu bahwa rival mautnya—sang ninja Mata Naga—dapat menyerangnya kapan saja. Jack masih menyimpan satu barang yang diincarnya, dan ninja pembunuh ayahnya itu tak akan ragu menghabisinya untuk mendapatkan benda itu.

Dapatkah Jack menguasai Jalan Pedang pada waktunya untuk bertahan menghadapi pertarungan hingga titik darah penghabisan?

 

Young Samurai III – The Way of the Dragon

Penerbit: Hikmah
Pengarang: Chris Bradford
Terbit: Agustus 2011
Tebal: 600 halaman
Harga: Rp 79.000

Plot:

Detak jantungnya berpacu. Paru-parunya serasa terbakar. Menerobos hutan bambu, Jack terus berlari. Meski seluruh tubuhnya menolak dia tak mau berhenti mengejar. Jack baru melambatkan langkah saat menyadari pria yang dikejarnya telah menghilang—pria yang menjadi kuncinya untuk menemukan Mata Naga!

Ya, Ninja Mata Naga yang telah menjadi sumber petaka bagi Jack sejak kedatangannya di Jepang, ketika kapalnya, Alexandria, karam tiba-tiba. Mata Naga pun membunuh ayahnya, lalu mengikuti Jack ke seluruh penjuru Jepang, hingga akhirnya berhasil mencuri rutter milik ayah Jack.

Tentu saja Jack tak akan membiarkan rutter berharga tersebut jatuh ke tangan yang salah. Dia harus mendapatkannya kembali, karena informasi yang dikandungnya bernilai luar biasa besar: peta lautan, rahasia samudra, dan kunci rute perdagangan dunia.

Tugas semakin sulit dalam suasana Jepang yang memanas karena perang saudara. Namun, keteguhan seorang samurai sejati telah mengalir dalam darah Jack. Tidak ada kata putus asa dalam kamusnya. Dibantu dua sahabat Jepangnya, akankah Jack berhasil melaksanakan semua misinya?

 

The Good
Alur cepat dan fokus • teknik bela diri realistis dan detail • banyak filosofi dan ajaran bushido • terjemahan bagus
The Bad 
Cerita klise • banyak karakter kurang tereksplorasi • segmen pembaca terbatas
Rating: 8/10

 

Review Buku Young Samurai 1-3:

Beberapa tahun belakangan ini banyak sekali novel-novel tentang samurai, ninja, ataupun roman yang berlatar belakang jaman feodal Jepang. Sayangnya, sangat jarang dari buku-buku tersebut yang ditulis oleh orang Jepang asli, melainkan oleh penulis barat, bahkan penulis lokal yang menggunakan nama samaran, yang mungkin belum pernah menginjakkan kaki di Jepang sama sekali.

Tidak berarti bahwa buku hasil tulisan mereka jelek, hanya saja antara satu novel dengan novel lainnya menjadi terlalu identik, tanpa menonjolkan sesuatu yang unik dan khas. Untungnya ada beberapa perkecualian, seperti buku Young Samurai karya Chris Bradford. Novel ini tidak menonjolkan budaya Jepang secara umum, melainkan fokus pada spirit bushido dan bela diri khas samurai. Hal ini ditunjang oleh pengetahuan Chris Bradford, yang walaupun bukan orang Jepang, tapi fasih dalam bela diri, karena ia adalah seorang master karate, seni pedang samurai, dan taijutsu (seni bela diri rahasia ninja).

Tiga buku Young Samurai ini menceritakan petualangan Jack Fletcher, remaja asal Inggris yang terdampar di Jepang dan diadopsi oleh seorang samurai legendaris, Masamoto Takeshi. Jack kemudian belajar bela diri samurai untuk melindungi dirinya dan rutter (log pelayaran) peninggalan ayahnya, agar ia bisa pulang ke negaranya suatu hari nanti. Tantangan untuk Jack tidak hanya berasal dari si ninja mata satu pembunuh ayahnya, melainkan dari lingkungan sekitar yang mengharamkan gaijin (orang asing) untuk belajar seni pedang Jepang.

Sepintas plot dari buku Young Samurai ini memang terlihat sederhana, dan pada kenyataannya memang demikian. Tidak terlalu banyak intrik, konflik, maupun roman yang menghiasi novel ini. Belum lagi cerita yang sangat klise, tentang orang bule yang belajar seni bela diri Asia, sangat sering kita jumpai dalam buku maupun film, misalnya The Karate Kid dan The Last Samurai. Namun justru kesederhanaan ini yang menjadi kekuatan Young Samurai, di mana novel ini bisa berfokus kepada hal-hal yang harus dipelajari oleh Jack – bukan semata cara bertarung, melainkan tentang falsafah dan tujuan mempelajari seni samurai itu sendiri.

Kisah tentang bagaimana jalan Jack untuk menjadi samurai sejati, serta bagaimana dia harus melawan orang-orang yang membenci dan ingin membunuh dirinya, disajikan dengan alur yang cepat dan runtut. Kata-kata yang mengalir dengan lancar dan mudah dimengerti, bab yang singkat, ditambah terjemahan yang bagus, akan membuat kita sulit untuk meletakkan buku ini sebelum halaman terakhir.

Pada buku ini, teknik dan gerakan bela diri, serta cara latihan untuk menjadi seorang samurai digambarkan secara autentik dan detail, berdasar pengalaman dari sang pengarang yang juga merupakan pendekar samurai yang belajar dari keluarga keturunan samurai secara langsung. Selain teknik bela diri, pengarang juga memasukkan unsur-unsur filsafat dan bushido, yaitu prinsip moral yang tidak hanya penting untuk panduan berlatih jalan pedang, namun juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Buku ini mungkin akan menginspirasi pembaca muda untuk berlatih bela diri. Sedangkan pembaca yang lebih “senior” juga bisa terinspirasi tentang prinsip kesetiaan, keberanian, kejujuran dan pengorbanan (yang merupakan bagian dari bushido), yang sudah sangat jarang kita temui dalam kehidupan sosial masa kini. Hanya saja, pembaca umum yang tidak terlalu tertarik dengan seni bela diri mungkin tidak akan terlalu menikmati buku ini. Hal ini dikarenakan tidak banyak hal lain yang dieksplorasi secara dalam oleh sang pengarang, termasuk chemistry antar karakter yang kurang terasa.

 

Artikel Menarik Lainnya: