Review Game The Testament of Sherlock Holmes





Sherlock Holmes adalah karakter detektif rekaan Sir Arthur Conan Doyle, dan sudah muncul dalam 56 cerita pendek dan 4 buah novel. Selain muncul di buku, tokoh fiksi yang satu ini kisahnya juga sudah diadaptasi dalam film, serial televisi, maupun game. The Testament of Sherlock Holmes adalah seri ke-8 dari game Adventures of Sherlock Holmes buatan developer Frogwares. Sama seperti game-game pendahulunya, seri ini juga mengangkat kisah baru dan bukan diambil dari salah satu cerita karangan Conan Doyle.

 

The Good
Cerita yang membuat penasaran • Puzzle dan mini game menantang otak • Elemen deduksi • Karakter Holmes dan Watson yang khas
The Bad
Replay value rendah • Background music kadang kurang tepat • Kurang mengeksplorasi suasana London abad 19
Rating: 7/10

 

Sherlock Holmes dan Dr. Watson bertikai?

 

Review The Testament of Sherlock Holmes:

Kisah dalam game The Testament of Sherlock Holmes dimulai dari kasus sederhana tentang hilangnya sebuah kalung dari rumah Marquis of Conyngham. Kasus pencarian kalung ini sekaligus berfungsi sebagai tutorial singkat untuk game ini, yang berisi cara menggerakkan karakter dan mencari petunjuk di sekeliling. Setelah  menyelesaikan kasus sederhana tadi, dimulailah petualangan sebenarnya Sherlock Holmes untuk memecahkan sebuah kasus besar yang diawali dengan pembunuhan terhadap Bishop of Knightsbridge.

Cerita pada game ini sangat kelam, di mana ada pembunuhan dengan mutilasi, bunuh diri, penyelidikan ke rumah opium, dan lain-lain. Kita juga akan dibuat terheran-heran dengan segala tindak tanduk Holmes di sini, di mana ia seolah-olah menjadi tokoh anti-hero. Menyelidiki pembunuhan tanpa melibatkan polisi, membebaskan seorang kriminal berbahaya dari penjara, secara sengaja berada di lokasi sebuah ledakan, semuanya seolah-olah menunjukkan bahwa Homes adalah seorang dalang dari kasus kejahatan besar. Tidak hanya polisi yang mencurigainya, Dr. Watson yang merupakan rekan sehati Hokmes pun mulai meragukan kredibilitas sang detektif.

Siapa penjahat sebenarnya di balik pembunuhan sang Bishop dan apa kasus besar yang tersembunyi di baliknya, adalah daya tarik utama dari cerita game Testament of Sherlock Holmes yang membuat penasaran. Apalagi bagi para penggemar yang tidak rela tokoh utamanya dituduh sebagai seorang kriminal, tentu ingin lebih cepat menemukan petunjuk demi petunjuk untuk membersihkan nama sang detektif.

Tidak hanya cerita, tokoh-tokoh utama dalam Testament of Sherlock Holmes juga digambarkan secara menarik dan khas, sesuai deskripsi Sir Arthur Conan Doyle dalam buku-bukunya. Sifat Sherlock Holmes yang egois, arogan, percaya diri, dan sarkastik, serta sifat Dr. Watson yang sensitif, cerewet, dan memiliki rasa kebenarang yang tinggi, akan membangkitkan kenangan kita terhadap novel-novel Sherlock Holmes yang pernah kita baca.

Untuk gameplay-nya sendiri, seperti layaknya game adventure dengan sistem point-and-click, kita bisa menggerakkan karakter Sherlock Holmes ke seluruh penjuru ruangan, dan melakukan klik ke benda-benda yang bisa dijadikan petunjuk. Menemukan petunjuk dapat dilakukan secara relatif mudah, karena semua benda-benda yang bisa diambil/dianalisa akan mumcul icon-nya di layar hanya dengan menekan tombol space.

Kalau anda benci angka, tekan saja tombol skip.

 

Tingkat kesulitan lebih tinggi akan didapat ketika kita harus memecahkan puzzle/mini games, seperti membuka peti yang kunci kombinasinya terdiri dari deret matematika, menyatukan kertas yang sudah dirobek-robek beberapa bagian, atau meggunakan berbagai alat seperti pisau dan kaca pembesar untuk membuka kunci pintu dan melakukan otopsi pada mayat. Bagi yang tidak memiliki otak sepandai Holmes untuk memecahkan teka-teki, untungnya ada fitur skip yang akan muncul setelah beberapa kali percobaan gagal.

Satu elemen baru yang paling menarik dan jarang dijumpai di game lain adalah elemen deduksi. Dari petunjuk-petunjuk yang kita kumpulkan, kita harus menarik sebuah kesimpulan. Contohnya begini, jika Holmes menemukan petunjuk berupa sebuah jari di lokasi pembunuhan, maka setelah melakukan analisa, ia harus menentukan apakah itu jari milik si korban atau si pembunuh? Jika itu milik si pembunuh, apakah lepas karena digigit korban? Jika digigit, apakah korban menjadi gila atau karena ia melawan dengan keras? Jika menjadi gila, apakah karena racun atau karena alkohol? Kesimpulan-kesimpulan ini kemudian kita satukan pada papan deduksi, untuk menarik kesimpulan akhir yang berguna untuk melangkah lebih jauh dalam penyelidikan.

Testament of Sherlock Holmes

Papan deduksi bisa diselesaikan dengan mengkombinasikan logika dengan metode trial and error.

 

Cerita dan gameplay yang menarik, sayangnya tidak ditunjang dengan grafis dan sound yang memukau. Tidak mengecewakan memang, hanya saja terlalu standar. Yang paling mengganggu adalah seringnya dimainkan background music suspense, padahal kondisi saat itu sedang biasa-biasa saja dan tidak ada ketegangan sama sekali. Selain itu, kasus yang harus dipecahkan Holmes kebanyakan berada di dalam ruangan dengan perabotan standar, sehingga kita tidak merasa sedang berada di London pada abad 19. Memang sesekali ada scene di jalanan kota London, namun terasa terlalu generik dengan gedung-gedung yang terlihat mirip dan orang-orang yang statis, tidak terasa seperti sebuah kota yang “hidup”.

Selain itu, masalah terbesar game ini, dan game ber-genre adventure pada umumnya, adalah hanya menarik untuk dimainkan sekali saja. Sekali kita menamatkan, kita akan tahu seluruh jalan ceritanya yang linear, dan juga solusi atas puzzle-puzzle yang ada, sehingga tidak ada gunanya untuk mengulang. Kalau anda hendak membeli versi original dari game Testament of Sherlock Holmes, sebaiknya tunggu saja sampai harganya sale di bulan-bulan mendatang.

 

The Testament of Sherlock Holmes

Publisher: Focus Home Interactive
Developer: Frogwares
Release: 25 September 2012
Rating: M (mature) / 16+
Platform: PS3, XBox 360, PC (Microsoft Windows)

Minimum System Requirements (for PC):

OS: Windows XP SP3, Windows Vista SP2, Windows 7
Processor: Intel Core 2 Duo E4400 2.0GHz / AMD Athlon 64 X2 Dual Core 4000+
Memory: 2 Gb
Hard Drive: 14 Gb free
Video: GeForce 8600 GT / Radeon HD 2600 XT Series with 256MB video memory
Sound Card: Direct X compatible sound device
Keyboard
Mouse
DVD Rom Drive

Artikel Menarik Lainnya: