Review Game XCOM: Enemy Unknown





Tahun 90an adalah masa jaya bagi genre turn-based strategy (TBS) dengan hadirnya game-game berkualitas seperti seri X-COM dan Jagged Alliance yang kebanyakan eksklusif untuk PC. Sayang dengan munculnya berbagai macam console baru, genre ini semakin tergerus kepopulerannya oleh genre semacam FPS dan RPG, karena memang TBS kurang cocok untuk mesin seperti PlayStation dan Xbox, padahal produser tentu saja ragu untuk berspekulasi mengeluarkan game yang eksklusif untuk PC saja.

Kini setelah lama menanti, akhirnya Firaxis membuat game re-imagined dari seri X-COM, yang diberi judul XCOM: Enemy Unknown. Karena hadir untuk mesin yang berbeda-beda, Firaxis harus bisa membuat game yang memuaskan bagi semua pihak, agar tidak terlalu kompleks bagi gamer pemakai console, namun tetap menantang bagi fans hardcore yang memakai PC. Walaupun ada sedikit suara sumbang dari para pemain veteran X-COM yang menganggap game ini terlalu sederhana dibanding versi originalnya, namun secara keseluruhan Firaxis bisa membuat game yang seimbang.

Sama seperti pendahulunya, di sini pemain akan bertugas sebagai komandan dari XCOM (extraterrestrial combat), organisasi perlawanan manusia terhadap alien yang menyerang bumi. Secara garis besar permainan dibagi menjadi dua bagian, yakni menjalankan misi (battle), dan melakukan base management.

The Good
Perang yang harus penuh perhitungan dan menegangkan • elemen RPG dengan menaikkan pangkat dan perlengkapan prajurit • bagian pengaturan ekonomi yang kompleks • gameplay membikin kecanduan • replaybility tinggi
The Bad
Peta yang kurang bervariasi • riset yang linear • perbedaan antar difficulty terlalu besar • campaign relatif singkat
Rating: 8/10

 

XCOM: Enemy Unknown

Mencari cover yang baik adalah kunci penting dalam peperangan di XCOM: Enemy Unknown

 

Misi di XCOM: Enemy Unknown

Pada setiap misi di XCOM: Enemy Unknown, kita bisa membawa sampai 6 orang prajurit yang akan diterjukan ke berbagai penjuru dunia untuk mengatasi serangan para alien. Peperangan akan berlangsung dengan sistem turn-based, di  mana setiap prajurit akan memiliki dua action point, satu digunakan untuk bergerak, dan satu untuk melakukan tindakan seperti menembak, melempar granat, menyembuhkan teman, dll. Setelah semua anggota tim menghabiskan action point-nya, maka giliran akan berakhir dan lawan yang akan melangkah.

Taktik dasar peperangan di game XCOM: Enemy Unknown ini adalah bagaimana bergerak untuk menemukan cover yang baik, sehingga meminimalkan kemungkinan tertembak oleh musuh. Sebaliknya ketika menyerang kita harus menembak dari posisi yang menguntungkan, seperti dari tempat tinggi atau dari belakang musuh, yang akan meningkatkan akurasi dan memperbesar damage dari tembakan prajurit kita.

Sepintas memang kelihatannya sebuah sistem yang sederhana, apalagi di awal-awal permainan di mana level semua prajurit masih rookie. Namun lambat laun seiring dengan naiknya kelas para prajurit, akan ada semakin banyak elemen strategi yang bisa diterapkan pada peperangan. Ada empat class yang diberikan secara random kepada para rookie yang berhasil naik pangkat menjadi squaddie, yakni assault, heavy, sniper, dan support, yang masing-masing memiliki skill uniknya sendiri.

Para squaddie ini kemudian harus kita naikkan lagi pangkatnya hingga paling tinggi menjadi kolonel, di mana setiap kenaikkan pangkat, statistik para prajurit pun akan ikut naik, dan class skill-nya pun akan bertambah. Sayangnya prajurit kita hanya bisa naik pangkat dengan membunuh para alien, dengan kata lain walaupun sering ikut misi dan melukai para alien, jika tidak membuat kill maka prajurit bersangkutan tidak akan mendapat experience.

Di sini kita juga harus penuh perhitungan dalam memilih siapa yang akan dikirim ke suatu misi, karena prajurit kita bisa saja terbunuh. Memang mudah saja untuk membeli prajurit baru, tapi prajurit baru hanya ada level rookie dan squaddie, sedangkan untuk level yang lebih tinggi hanya bisa diperoleh melalui pengalaman dalam perang. Karena itu kita harus bisa menahan keinginan untuk hanya mengirim 1 kolonel dan 5 rookie yang ingin dinaikkan levelnya pada sebuah misi sulit, karena bisa saja kita justru kehilangan sang kolonel yang sudah susah-payah kita peroleh.

Satu kekurangan game XCOM: Enemy Unknown ini adalah battle map yang kurang bervariasi. Kita seharusnya menjalani misi di berbagai belahan dunia, tapi peta yang digunakan tidak menunjukkan hal tersebut. Entah kita sedang menghalangi penculikan oleh alien di Jepang, mengatasi teror bom di Mexico, atau menyelidiki UFO yang jatuh di Afrika Selatan, kita tidak akan bisa melihat adanya hal-hal yang khas dari negara-negara tersebut.

Perlengkapan, skill, dan penampilan prajurit bisa di-customize sesuai keinginan kita

 

Base Management di XCOM: Enemy Unknown

Setiap menyelesaikan misi, kita akan kembali ke base, di mana bisa melakukan banyak hal di sini, seperti melakukan riset, membangun fasilitas-fasilitas baru pada pangkalan, dan menjaga agar negara-negara anggota council XCOM tidak panik dan tetap mengalirkan dana untuk organisasi. Jangan meremehkan elemen ekonomi ini, karena jika 8 dari 16 negara anggota council mengundurkan diri dari proyek XCOM, maka game akan berakhir, tidak peduli seberapa hebat kita menyelesaikan misi peperangan.

Menjaga level panik bisa dilakukan dengan cara membuat satelit dan dikirim ke berbagai negara anggota, menembak jatuh UFO di negara yang mempunyai satelit, dan terjun pada misi-misi tertentu di negara-negara tersebut. Semakin banyak negara yang mempunyai satelit, semakin banyak uang yang akan kita terima, di mana uang ini bisa digunakan untuk membangun fasilitas baru dan membeli perlengkapan yang lebih canggih untuk para prajurit.

Selain aspek ekonomi, kita juga bisa melakukan riset, di antaranya menyelidiki perlengkapan para alien, menginterogasi alien yang berhasil kita tangkap, dan melakukan otopsi terhadap mayat alien. Riset ini akan membuka kemungkinan dikembangkannya pangkalan dan perlengkapan-perlengkapan baru yang akan berguna untuk melawan musuh yang lebih tangguh.

Dengan keterbatasan sumber daya alien dan dana, di awal-awal permainan akan terlihat seolah-olah sangat penting riset apa duluan yang harus kita pilih. Sayangnya riset di XCOM: Enemy Unknown ini sangat linear, sehingga sekali bermain pun kita akan tahu riset yang ini atau itu akan menghasilkan apa. Belum lagi di setengah akhir permainan kemungkinan besar kita akan sudah berhasil menyelesaikan semua riset, dan menyadari bahwa yang manapun yang kita kerjakan duluan, toh semuanya pada akhirnya akan berhasil diteliti.

Uang sangat penting di XCOM: Enemy Unknown, salah satunya untuk membangun fasilitas di markas kita

 

Ada empat level difficulty di XCOM: Enemy Unknown, yaitu easy, normal (default), classic, dan impossible. Di sini beda antar tingkat kesulitan, utamanya dari normal ke classic sangat jauh. Di level classic jumlah alien di suatu misi akan lebih banyak, AI tidak dikekang, life alien juga lebih banyak, dan memiliki akurasi dan critical hit yang lebih tinggi. Jadi jangan heran kalau prajurit kita yang tidak ter-cover dengan baik bisa tewas dengan sekali tembak oleh alien yang berada pada jarak yang sangat jauh! Para gamer kasual mungkin akan menyukai level normal, sedangkan para veteran akan menikmati tantangan level classic, tapi para experienced player yang berada di tengah-tengahnya akan kesulitan memilih level difficulty yang cocok untuk mereka.

Dengan gameplay yang mengasyikan, XCOM: Enemy Unknown menghadirkan mode campaign yang terlalu singkat, di mana game ini bisa ditamatkan dalam waktu kurang dari 20 jam. Untungnya game ini juga menawarkan replaybility tinggi. Direkomendasikan untuk memainkan game ini setidaknya dua kali, pertama menamatkannya dalam difficulty apa saja yang cocok dengan kita, dan kemudian mengulang lagi dengan mode iron man. Mode iron man ini menggunakan sistem auto save, sehingga kita tidak bisa save-load seenaknya. Ini akan membuat pemain harus berhati-hati menentukan setiap langkah, baik pada base management maupun pada misi, karena satu kesalahan kecil saja bisa besar pengaruhnya bagi keseluruhan campaign.

 

XCOM: Enemy Unknown

Publisher: 2K Games
Developer: Firaxis Games
Release: 09 October 2012
Rating: M
Platform: PS3, XBox 360, PC (Microsoft Windows)

Minimum System Requirements (for PC):

OS: Windows Vista atau Windows 7
Processor: 2 GHz Dual Core processor or better
Memory: 2 Gb
Hard Drive: 20 Gb free
Video: NVIDIA GeForce 8600 GT or ATI Radeon HD 2600 XT
Sound Card: Direct X compatible sound device
Keyboard
Mouse
DVD Rom Drive

Artikel Menarik Lainnya: