Istilah yang Biasa Digunakan dalam Download Film Online





Suka men-download film-film gratisan? Pernah kecewa karena kualitas gambar dan suara film yang anda download ternyata mengecewakan, padahal prosesnya memakan waktu berjam-jam? Mungkin ini dikarenakan anda belum paham tentang terminologi atau istilah download film, yang biasanya selalu disertakan dalam judul film hasil encoding. Berikut ini beberapa istilah download film yang paling umum dijumpai, yang akan sangat berguna dan membantu anda sebelum memutuskan apakah film tersebut layak diunduh atau tidak.

 

Beberapa Istilah Download Film Online:

  • terminologi-istilah-download-filmCAM Rip: Film yang merupakan hasil rekaman portable camera atau handycam di bioskop. Kualitas gambar buram sekali, kadang bergoyang-goyang. Kalau anda pernah nonton film lalu tiba-tiba ada kepala orang lewat berseliweran, berarti itu adalah film hasil CAM Rip.
  • Telesync (TS): Film yang juga hasil rekaman di bioskop, namun perekam menggunakan alat audio recording juga dan kemudian disatukan dengan videonya. Kualitas gambarnya sama saja dengan CAMRip, namun kualitas suara jauh lebih bagus. Namun, ada beberapa TS yang direkam pada gedung bioskop kosong dengan kamera profesional, sehingga hasilnya jauh lebih baik dari CAM Rip.
  • Telecine (TC): Hasil merekam langsung dari pita/rol film, sehingga kualitas dan aspect ratio-nya sesuai standar film bioskop. Format ini jarang ditemui karena alat perekam yang harganya mahal.
  • Workprint (WP): Masih ingat film Wolverine yang “ORI” nya sudah keluar sebelum filmnya main di bioskop? Gambar dan suaranya memang bagus karena mengambil dari sumber aslinya. Tapi ternyata banyak adegan belum di-edit terutama bagian CGI (Computer Generated Image), sehingga terlihat kasar sekali. Ini disebut dengan versi WP yaitu film yang masih masih setengah jadi.
  • DVD SCR (Screener): Ini adalah film yang dirilis pihak studio untuk kepentingan promosi. Kualitas gambar dan suaranya cukup baik. Hanya saja untuk membedakan dengan rilis versi resminya, biasanya setiap beberapa menit gambar akan berubah menjadi hitam putih dan keluar teks peringatan bahwa ini adalah video screening.
  • VHS Rip: Hasil ripping dari video VHS yang populer bertahun-tahun lalu. Biasanya hanya untuk video-video langka yang belum ada versi DVD-nya, seperti rekaman pertandingan olahraga dan film porno.
  • DVD Rip: Ini dia favorit banyak orang yang memuja film gratisan. Merupakan hasil ripping langsung dari film yang sudah rilis DVD originalnya. Kualitas gambar dan suara sangat mendekati aslinya.
  • PPV Rip: Film yang direkam dari channel pay-per-view, contohnya dari TV di hotel. Kualitas setara dengan SCR.
  • BR Rip/BD Rip/Blu-Ray Rip: Perbedaan ketiganya berasal dari source yang digunakan (Blu-Ray file atau Blu-Ray disc) serta resolusinya (720p atau 1080p). Sedangkan secara kualitas ketiganya jauh lebih baik dari DVD biasa. Karena hampir sama bagusnya. tidak perlu terlalu bingung memilih yang mana, pilih saja yang ukuran filenya sesuai dengan keinginan anda.
  • HR.HDTV: Merupakan film yang direkam dari siaran TV High-Definiton. Gambarnya sangat bagus. Biasanya yang menggunakan tipe ini adalah serial-serial TV seperti Lost, Smallville, atau Las Vegas. Namun ada juga untuk film bioskop/film lepas yang sudah tayang di TV. Sedangkan HDTV adalah rip dari televisi yang bukan high-definition, dan kualitas gambarnya di bawah HR.HDTV.
  • WEB-DL: Film yang di rip dari film digital yang dijual di internet, misalnya film dari iTunes store. Walaupun sudah cukup baik, namun kualitasnya masih di bawah Blu-ray.
  • 720p: Resolusi film hingga 1280 x 720, merupakan High-Definiton movie yang gambarnya sangat tajam dan bagus. Ukuran filenya pun lebih besar dari rata-rata.
  • 1080p: Resolusi dan gambar yang lebih bagus daripada 720p, bisa mencapai 1920 x 1080.
  • m-HD: micro High Definiton, film yang sumbernya dari Blu-Ray 720p tapi dengan resolusi yang dikecilkan, agar ukuran file-nya juga lebih kecil. Bagi yang menggunakan laptop atau monitor di bawah 19″, kualitas m-HD umumnya sudah sangat memuaskan.
  • R5 / R6: Region-5 DVD (area bekas Uni Soviet, India, Africa, North Korea & Mongolia) dan Region 6 DVD (China). Film original yang dirilis secara terburu-buru, umumnya di negara-negara di atas, karena kuatir didahului oleh produk bajakan. Akibatnya, proses editing tidak sebersih film dari region Amerika Utara. Hati-hati, karena ada beberapa kasus di mana film R5/R6 audionya di-dubbing ke bahasa lokal, selain itu ada juga yang subtitle-nya menggunakan hardsub bahasa lokal.
  • LINE: Film R5 yang aslinya tidak ada audio Bahasa Inggris, namun kemudian di-sync dengan sumber audio Bahasa Inggris. Pada beberapa kasus, gerakan bibir dan suara yang muncul bisa sedikit tidak sinkron.
  • DivX/XviD: Digital Video Express dan XviD merupakan format yang paling sering dipakai untuk meng-encoding serta distribusi film saat ini. Format ini paling digemari karena mimiliki kemampuan kompresi yang sangat baik tanpa banyak kehilangan kualitas gambar. File yang dihasilkan umumnya berkestension .avi yang bisa dimainkan di berbagai media player.
  • x264: merupakan salah satu dari jenis codec DivX / XVid untuk meng-encoding video ke bentuk H.264 video bitstream/MPEG-4 AVC (Advanced Video Coding) stream. Ini standar encoding untuk film-film online.
  • x265: Generasi terbaru codec video/audio yang kualitasnya melebihi x264, dengan ukuran file yang jauh lebih kecil. Sering juga disebut dengan nama HEVC (High-Efficient Video Codec). Update media player anda (MPC, GOM, VLC, Power DVD) ke versi terbaru jika ada kesulitan dalam memutar film dengan format x265.
  • mkv (Matroska): sama seperti avi, mkv hanyalah kontainer untuk file video dan audio, sedangkan kualitasnya bergantung pada cara melakukan encoding. Jadi kualitas sebuah film tidak bergantung pada apakah formatnya avi, mkv, atau bahkan mp4, tapi dari bagaimana proses encoding dilakukan. Walaupun pada banyak kasus, untuk file dengan ukuran sama (misal avi 700 Mb dengan mkv 700 Mb), kualitas mkv biasanya sedikit lebih baik. Tapi hati-hati jika hendak men-download file ini, karena mkv adalah format yang baru dikenal belakangan ini, maka tidak semua media player kompatibel dengan file ini, tidak seperti avi yang sudah dikenal sejak dua puluh tahun yang lalu.
  • 5.1 CH: Audio dengan 6 channel (surround sound). Hanya bisa terasa jika anda menggunakan speaker 5.1 (1 subwoofer dan 5 speaker satelit). Jika anda merasa sebuah film suaranya kecil sekali, ada kemungkinan anda memainkan film dengan format 5.1 CH pada speaker stereo (speaker 2.1).
  • WS/FS: Widescreen (WS), mirip layar bioskop dimana rasio panjang:lebar = 16:9, jadi di bagian atas dan bawah film akan tampak blok hitam. Sedangkan pada Fullscreen (FS) rasionya 4:3, layar penuh tetapi biasanya akan ada bagian yang terpotong di kiri dan kanan film.
  • PROPER: Umumnya di antara para pembajak berusaha untuk merilis film secepat mungkin, dengan mengorbankan kualitas. Rilis berikutnya dengan kualitas lebih baik kemudian ditambahkan tag PROPER (bukan berarti film yang tanpa tag PROPER kualitasnya pasti jelek).
  • REPACK: Kurang lebih sama dengan PROPER.
  • INTERNAL: Film hasil encoding yang sebenarnya hanya untuk kalangan internal di dalam grup encoder-nya, namun bisa saja beredar luas di internet. Kualitas sangat bervariasi, mulai sangat jelek hingga sangat baik.
  • NUKED: Film yang dilabeli NUKED berarti memiliki cacat di dalam proses encoding-nya, misal ada suara yang hilang selama beberapa menit. Walaupun pada banyak kasus cacat tidak terlalu mengganggu, sebaiknya hindari saja film yang kena NUKED.
  • LIMITED: Film yang beredar di kurang dari 500 bioskop (di Amerika).
  • Director’s Cut (DC): Film yang di-edit oleh sutradara, menyertakan adegan-adegan yang tidak ditampilkan di bioskop.
  • Hardsub: Ada teks (subtitle) yang sudah jadi satu file dengan filmnya. Hati-hati karena tidak selalu menggunakan teks Bahasa Inggris!
  • Softsub: Teks ada pada file terpisah (*.srt, *.sub). Agak ribet memang, tapi lebih menguntungkan karena kalau anda tidak puas dengan kualitas subtitile anda bisa cari dari sumber lain tanpa perlu men-download ulang filmnya.

Kalau disusun dari yang kualitasnya paling baik ke paling jelek, kira-kira seperti ini:

Blu-Ray > WEB-DL > RC/R6 > HDTV > DVD Rip > WEBrip > R5/DVD Scr > HDTS/TS > HDCAM/CAM

Artikel Menarik Lainnya:

Tags: